Jadilah seorang Pemenang! Prinsip itulah yang tengah saya bangun. Tentunya diperlukan mental seorang pemenang untuk menuju itu. Seorang pemenang tidaklah menang karena terpaksa oleh sistem, namun ia bisa membangun sistemnya sendiri. Seorang pemenang tidak akan melihat reward and punishment dalam mentaati sebuah peraturan. Ia akan bergerak sendiri mentaati peraturan yang ada tanpa embel-embel. Bahkan, cenderung menghalalkan segala cara. Kalau kata Donald Trump, yang ia perlukan adalah hasil. Persetan dengan cara. Yah, saya sich memaklumi aja cara dia. Maklum, ia dibentuk di negara kapitalis. Dan ini pun (mostly) terjadi di perusahaan-perusahaan asing. Beda dengan BUMN or PNS yang penuh toleransi. Begitu pun dengan fasilitas kantor. Gunakanlah fasilitas kantor sesuai dengan kepentingan kantor. Jangan dipakai pribadi. Misalnya, tipe-ex kantor jgn dibawa pulang. Kertas punya kantor jgn dibawa pulang juga. Korupsi tuh, dan seorang pemenang tidak akan mentolerir apapun bentuk KORUPSI!
Pagi ini, saya coba untuk menyelami itu. Be a winner. Saya membunuh kemalasan saya di pagi hari, Naik KRL Express jam 6.25 WIB, dapat duduk, sampai kantor sekitar jam 7.20 WIB, dan mulai menikmati hari Jumat. Thaks God today is Friday, and Friday is weekend for me.
But.....teteap chatting, ngenet, and cari vacancy job lewat internet yang notebene milik fasilitas kantor hehe.....
Thursday, April 24, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment