Alhamdulillah, pada akhirnya saya memiliki sebidang tanah. Ya, tanah itu berbentuk bidang, bukan berbukit-bukit atau berundak-undak seperti di daerah pegunungan. Tanahnya tidak luas hanya 67 m2 (8 x 8,5 m). Namun, bisa di-extended lagi ke belakang. Insya ALLAH tahun depan mau nambah 60-100 m2 lagi. Yah, pelan-pelan lah. Semua ada tahapannya. Lokasinya tidak jauh dari rumah orang tua saya sekarang. Tidak kurang dari 50 m. Diluar alasan karena dekat sama orang tua (kalau dah punya anak dan suami-istri sama-sama kerja, bisa dititipin ke orang tua hihi...). Sebenarnya cukup bimbang juga apakah saya harus kuliah dulu atau nikah dahulu. Namun, karena tahun depan saya berencana untuk menikah (minimal lamaran dulu deh), saya utamakan membeli tanah dulu. Ya, inilah bukti keseriusan saya to marry someone inside. Saya memang tidak pandai merayu lagi berkata-kata. Saya hanya coba untuk merealisasikan rencana dan mimpi-mimpi kita. Tidak sempurna memang. Namun, bukankah cara yang sempurna lebih penting dari hasilnya. Ini lah puisi tanpa intonasi. Rayuan tanpa kata-kata. Dialah salah satu tujuan hidup saya. Dan saya akan mengejarnya, mempertahankannya, hingga merealisasikan keinginannya. You are my sunshine, my only sunshine. When skies are grey, you are still shinning me. Please, don't take her away from me. Sudah lah, jangan lah berkata-kata, Ded. Kan sudah kau bilang bahwa kau tak pandai berkata-kata. Yang pasti, saya sangat mencintainya.
But anyway, berikut ini alasan-alasan saya memilih tanah di lokasi tersebut:
1. Lokasi hanya 10-15 menit dari Sta.Bekasi (sudah termasuk lari-lari ngejar-ngejar kereta)
2. Lokasi hanya 10-15 menit dari Segitiga emas Bekasi (Met Mall, Giant, Bekasi Cyber Park, Carrefour)
3. Lokasi hanya 10-15 menit dari Tol Bekasi Barat.
4. Bebas banjir, air tanah masih bisa diminum, dan dekat rumah ortu...
0 comments:
Post a Comment