Jujur saja, 2 minggu ini saya sedang krisis cash money karena transaksi pembelian tanah yang sudah saya ceritakan. Ternyata banyak biaya-biaya ini-itu dalam transaksi tersebut. Terkuraslah cash money saya dari tabungan. Untungnya biaya kursus LIA sudah saya bayar. Uang di ATM hanya Rp150.000,-. Dan tanggal 10 (yang notabene tanggal gajian) masih 1 minggu lagi. Terpaksa deh ga bisa malam minggu hanya untuk sekadar nongkrong di tukang bubur kacang ijo.
Namun, saat membuka dompet, tampak sebuah kartu dengan logo "BCA" yang sudah cukup lama tidak saya gunakan. Mm....sekali-kali merasakan kemewahan di kala susah seru juga. Bisa ngutang pula. Kalau kata slogan Blue Bird, "Why Pay Cash Instead of Credit" hehe... Namun, tempat-tempat yang bisa terima kartu kredit kan hanya tempat-tempat yang agak bonafid. Trus, saya tergoda dengan iklan Camdig SONY yang cuma Rp2 juta-an. Saya cuma tahu Sony Centre ya di MKG. Melajulah saya ke MKG ba'da maghrib dengan motor tercinta. Beberapa kedai kopi disana menerima kartu kredit. Pengen ke Pizza Hut antri. Di restoran Fast Food cuma menerima Flazz BCA. Wah, cari tempat yang agak mewah deh. Menghabiskan budget Rp100.000,- sendiri agaknya cukup feasible hehe... Tapi, saya teringat tujuan pertama saya. Beli Camdig. Sudah muterin MKG, kok ga ketemu-ketemu tuh SONY Centre. Nanya security, katanya lagi di renovasi tuh tempat. Ya wis, ke Best Denki aja deh. Pasti disana juga ada. Setelah lihat-lihat, ketemu deh tuh camdig SONY seperti yang diiklankan. Saya lupa seri-nya. Saya tanya kepada SPG-nya tentang spec.camdig SONY tersebut. 7.1 Megapixel, 4x optical zoom, bonus Memory Card 1 GB. Tertarik dong. Apalagi bisa pakai cicilan BCA dan bunga 0%. Transaksi hampir terjadi, namun mba SPG itu menawarkan saya merek yang lain, yakni Panasonic seri Lumix. Kata si mba SPG itu, dengan harga yang sama, saya bisa mendapatkan lebi. 8,1 Megapixel, 3x optical zoom, bonus Memory Card 2GB. Yang diunggulkan adalah lensanya menggunakan lensa LEICA. Kata mba'-nya lagi, kualitas hasil lensa LEICA lebih bagu dari Carl-Zeinss SONY. Ga percaya begitu saja dengan orang marketing (maklum, saya bekas orang marketing. Masak bisa ditipu sama orang marketing juga hehe...), saya minta diberikan bukti. Mba' SPG mengambil 2 buah baterei untuk menghidupkan kedua camdig tersebut. Dia bilang coba bandingkan. Saya mengarahkan kedua camdig tersebut ke arah mba' SPG dalam waktu yang bersamaan dan jarak yang bersebelahan. Benar saja, ternyata kualitas LEICA lebih bagus. Kalau pakai camdig SONY, muka tuh mba' SPG tampak halus. Namun, saat saya tangkap dengan camdig Panasonic, jerawat-jerawat sang SPG tampak terlihat jelas hehe... Tanpa tunggu lama, transaksi terjadi. Dengan kartu kredit BCA pastinya. Namun sayang, karena saking lakunya tuh camdig, saya masih harus inden dan sabtu nanti baru bisa saya ambil. Gpp deh..
Hari semakin malam, kaki belum mau beranjak pulang. Nonkrong lah sebentar di La Piazza sambil menikmati Live Music. Cari tempat ngopi yang bisa terima credit card di sekitar sana. Ternyata ada. Lumayan, bisa ngutang lagi hihi....
Saya baru tahu mengapa banyak orang yang terjerat oleh hutang credit card. Ternyata, ngutang itu enak ya haha.... Dan tanggal 10 & 25 bulan ini, saya akan mulai mencicil dan masuk ke dalam jaring hutang. Gpp lah. Insya ALLAH bulan depan uang THR yang 2x gaji dah menunggu untuk diguyurkan ke BCA dalam rangka melunasi hutang-hutang saya. Setidaknya, saya masih bisa berfoya-foya meski dalam kondisi sulit sekalipun hehe...